Rabu, 31 Oktober 2012

ketulusan

"aku tak pantas disini. terlalu banyak kesalahan."
"gak kok."
"aku salah ninggalin kalian kawan. "
"kamu tahu suatu hal?"
"apa?"
"memang beda yah, ketulusan dari wajahmu jauh lebih tampak saat ini. Jikalau hatimu melakukannya dengan tulus."

senyum... ya hanya senyum yang nampak..

Selasa, 30 Oktober 2012

tanpa kata, tanpa suara da tanpa apa-apa...
hanya tatapan, tak sengaja, bertemu.. ya.. tak sengaja..
diam.. bisu.. tak terdengar kata yang keluar dari mulut..
hmm..
kata sapa biasa?
tak perah ada yang biasa. hanya orang lain yang nilai.. 
tak melihat apa yang ada.. ya itu orang hanya melihat dari luar.. 
tak melihat yang di dalam..
dalamnya sama.. sama tak ada bedanya..

ya tapi gila.. gila.. gak sesimpel itu semua..
ya elit.. elit.. tapi aku tak elit.. aku simpel..
tapi aku kejam.. kamu juga kejam..
kasar?
apa kasar? aku tak tahu...
aaahhhhh
TOTAL PORNO :D
Jerman suangar....

NARKOTIKA

Karena bagiku kamu NARKOTIKA yang membuatku bisa terADIKSI olehmu
Maka dari itu TAK ada orang yang telah bertobat dan menghampiri NARKOTIKA lagi
jikalau memang di MASIH mempuyai OTAK untuk berFIKIR

Senin, 29 Oktober 2012

only wrong..

Entah kawan, apa yang membuat diri ini sedih..Ketika harus melihat perlakuan kasarmu disana.. Aku tahu dirimu jauh lebih muda memberikan senyum itu.. Jauh lebih muda untuk bicara.. serta jauh lebih muda untuk bercanda tawa.. Tapi ada yang hilang.. Ataukah tak kau perlihatkan sisi kelembutanmu... Aku tahu kamu banyak menyimpan segalanya.. Tak pernah kau curahkan hal itu.. Aku dan orang-orang di sekitarmu saja, Tak pernah ingin tahu.. Kawan.. aku tak ingin kamu kembali seperti saat kita bertemu.. Karena aku tak ingin dirimu kembali dari yang dulu,, Tapi mungkin kamu bisa menguragi apa yang kurag itu, Kawan... Memang aku tak pernah berkata apa-apa di hadapanmu.. Seringkali tingkah lakuku kau anggap hal yang sangat tak jelas.. Oleh karena itu aku tak mau banyak bicara, ketika HARUS di hadapanmu..

Minggu, 28 Oktober 2012

Mengapa HARUS Surabaya

Banyak para kawan-kawanku yang ingin pergi merantau atau lain sebagainya... hmm.. awalnya memang sama aku ingin merantau.. Ingin menikmati suasana baru.. Ingin lebih bisa mandiri. Ingin lebih bebas.. Ingin bisa ini dan itu pokoknya.. Pingin punya banyak ilmu.. Tapi yah.. hmm..

Mungkin memang harusnya demikian.. Tapi ketika aku di luar kotaa apakah aku bisa sukses disana. Yakin bakal mulus kayak di Surabaya? hmm belum tentu

Awalnya memang yakin bakal muda dijalani. tapi yagitu.. hmm.. orang tua lah kadang tak tega untuk membiarkan kita berjauhan.. Apalagi kalau tubuh dalam keadaan kurang sehat..yah ini menjadi faktor yang membuatku tetap di Surabaya.. yang lainnya..

Hmm.. aku tak tega melihat adek-adekku tumbuh dewasa tanpa aku, walaupun denganku belum tentu mereka baik.. Tapi aku ingin menjaga adek-adekku.. yah.. gatau intinya adek-adek semua.. serta orang tua juga..

Masalah lainnya mungkin hanya sekitar biaya.. Ayahku dan Mamaku merasa kalau ke luar kota biaya bakal lebih banyak itu jelas.. sedangkan adek-adekku banyak, dan kecil-kecil kasihan kalo uangnya banyak yang dikeluarkan untuk aku.. hmmm

Trus intinya disini.. Aku MANTAP sudah berada di Surabaya.. Entah terserah orang mau kemana.. Kalaupun aku harus merantau.. aku menunggu jikalau sudah berkeluarga.. dan aku ingin tinggal di Solo, Semarang atau Jogja. Entah kenapa milih sana. ~

SEMANGAT.. kalo sudah mantap ... jauh lebih enak memang

Senin, 15 Oktober 2012

Seputar tentang Rambut bagi Wanita

Akhir-akhir ini sering sekali mendengar pertanyaan tentang cara menata rambut bagi yang telah berhijab..

Kebanyakan dari mereka saat ini yang telah memakai hijab kebinguan menata rambutnya. Sampai terkadang memilih untuk memotong rambutnya (cepak) mirip seorang laki-laki hinggga sampai batas telinga atau terkadang hal ini justrul memiripkan diri kita layaknya wanita kafir.. hmm.. Ingatlah tentang Hadits ini saudariku

“مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمِ فَهُوَ مِنْهُمْ”

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia adalah bagian dari mereka”2).


Walaupun memang niat kita pada awalnya tidak demikian. Melainkan hanya ingin menghilangkan rasa wungkep/panas jikalau memiliki rambut panjang.. Tetapi berhati-hati agar memotong rambut tidak menyerupai laki-laki atau wanita kafir itu jauh lebih baik..

Trus bagaimana cara mengatasi permasalahan biar gak risih atau kepanasan?

Kita dapat melihat dari gadis al Bukhari yaitu dengan cara mengepang rambut wanita menjadi 3 kepang. 

Ummu Athiyah Radhiyallahu anha bahwasanya ia berkata :”Kami mengepang rambut anak perempuan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tiga ikatan”. Waqi berkata, bahwa Sofyan berkata : “Pada ubun-ubunnya dan dua ikatan di samping kiri dan kanan kepala”

Hal ini diperintahkan oleh Rasulullah  dalam hadits yang diriwayatkan oleh Said bin Manshur dengan sanad dari Ummu Athiyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kami, mandikanlah ia dengan guyuran ganjil dan kepanglah rambutnya beberapa ikatan”.

Dalam kitab Mushannaf Abdur Razzak dengan sanadnya dari Hafshah, ia berkata, “Kami mengepang dengan tiga kepangan, satu ikat pada ubun-ubun dan dua ikat di samping kiri dan kanan kepala, dan kepangan itu kami sampirkan ke belakang”. 


Tapi bagaimana dengan kebanyakaan wanita saat ini justrul mengikatnya hingga naik ke atas sampai membentuk layaknya punuk, atau dengan mengikatnya hanya ke bagian kanan dan ke kiri saja.
Hal ini tidak diperbolehkan. Mengapa bisa demikian? Sebab hal tersebut menyerupai kebiasaan orang-orang kafir. Sudah saya sebutkan di awal tadi sanadnya.

Ingatkan tentang sanad hadits di bawah ini?
“Dua golongan termasuk ahli Neraka saya belum pernah melihatnya. Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuki manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, sesat dan menyesatkan. Kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Mereka tidak akan masuk Surga dan juga tidak akan mencium baunya, sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim).

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa mengkepang rambut itu sunnah dan dianjurkan oleh Rasulullah shalalahu 'alaihi Wassalam hal ini, bisa memecahkan permasalahan tentang jilbab punuk unta dikalangan masyarakat saat ini.

Dari rangkaian permasalahan di atas, Insya Allah dapat kita ambil hikmah.. Semoga bermanfaat.. aamiin




Rabu, 03 Oktober 2012

BIARKANLAH HARI-HARI MELAKUKAN APA YANG IA KEHENDAKI

Copas dari status situs di Facebook.. bagus banget isinya.. hmm

Al-Imam As-Syafi'i rahimahullah berkata :
دَعِ الأَيَّامَ تَفْعَل مَا تَشَاءُ ** وطِبْ نَفْساً إذا حكمَ القضاءُ
Biarkanlah hari-hari melakukan apa yang ia inginkan…. Tenangkanlah dirimu jika takdir telah memutuskan

وَلا تَجْزَعْ لِحَادِثة الليالي ** فَمَا لحوادثِ الدنيا بقاءُ
Janganlah engkau gelisah dan berkeluh kesah dengan kejadian/musibah malam hari…
Sesungguhnya musibah dunia tidak akan kekal

وكنْ رجلاً على الأهوالِ جَلَداً ** وَشِيْمَتُكَ السَّمَاحَةُ وَالْوَفَاءُ
Jadilah engkau seorang lelaki tegar dalam kesulitan…Perangaimu adalah memaafkan dan menepati janji

وإنْ كثرتْ عُيُوبُكَ في الْبَرَايَا ** وسَرَّكَ أَنْ يَكُونَ لَها غِطَاءُ
Jika banyak aibmu di hadapan manusia….dan kau senang jika ada penutup bagi aib-aibmu

تَسَتَّرْ بِالسَّخَاء فَكُلُّ عَيْب ** يغطيه كما قيلَ السَّخاءُ
Maka hendaknya engkau menutupi aibmu dengan kedermawanan, karena seluruh aib tertutupi –sebagaimana dikatakan- yaitu dengan kedermawanan

ولا ترجُ السماحةََ من بخيلٍ ** فَما فِي النَّارِ لِلظْمآنِ مَاءُ
Janganlah engkau mengharapkan kebaikan dari seorang yang pelit… orang yang kehausan tidak akan mendapatkan air di api

وَرِزْقُكَ لَيْسَ يُنْقِصُهُ التَأَنِّي ** وليسَ يزيدُ في الرزقِ العناءُ
Rejekimu tidaklah akan terkurangi dengan sikap tenang (dalam bekerja)…dan tidak akan menambah rejekimu dengan (ngotot) kepayahan

وَلا حُزْنٌ يَدُومُ وَلا سُرورٌ ** ولا بؤسٌ عليكَ ولا رخاءُ
Tidak ada kesedihan yang berkesinambungan demikian pula dengan kesenangan yang bersambung-sambung….
demikian juga tidak ada kesengsaraan dan kemakmuran yang terus menerus

وَمَنْ نَزَلَتْ بِسَاحَتِهِ الْمَنَايَا ** فلا أرضٌ تقيهِ ولا سماءُ
Barang siapa yang didatangi oleh ajalnya… maka tidak ada bumi dan langit yang akan menaunginya

وأرضُ الله واسعةً ولكن ** إذا نزلَ القضا ضاقَ الفضاءُ
Sesungguhnya bumi Allah luas…akan tetapi jika telah datang taqdir kematian maka sempitlah terasa padang yang luas

Selasa, 02 Oktober 2012

Pelajaran #1

Hanya sebuah pelajaran, yang seringkali menjadi permasalahan remaja saat ini.. Terkadang yang masih ngajipun sering kali terkena dengan masalah ini.. Maka dari itu jangan nodai hati yang masih lembut dan mungkin bodoh ini...

 
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya” Q. S. An-Nur (24):31

Ada sebuah kisah klasik di antara kita para anak manusia…
Adam dan hawa, begitulah kecenderungan manusia pada setiap lawan jenisnya…
Ada ikhwan akhwat, akhi ukhti, qais laila, romeo juliet, dan begitulah seterusnya…
Sudahlah kebiasaan, jika cinta itu diungkapkan seorang pemuda pada kekasihnya…
Diungkapkan seorang ikhwan kepada akhwat..

Jujur,  itu bukanlah perkara biasa…
Tetapi sungguh luar biasa…
Ketika ada lelaki berkata pada wanita “Saudari, aku mencintaimu dan menyayangimu…”
Hmm, sederet kata sayang yang memenuhi ucapannya… mengharapmu menjadi kekasih hati…
Terbungkus harapan dan janji-janji manis…

Wahai hawa, apa yang kalian rasakan jika ungkapan itu mendarat di telingamu?
Akankah terbang di atas awan atau terbuai angan panjang…
Mungkin ada dari kalian  yang punya hati sekuat keluli,  lali akan kata-kata itu…
Tetapi  banyak yang berhati bak kapas yang mudah diterbangkan
Terbang kemana pun angin berhembus…
Betapa tak kuasanya…
Lembutnya hati si hawa…

Adam, sanggupkah kalian menodai hati lembutnya??
Dengan kerapuhan dan kelembutan…
Atau  mungkin kebodohannya…

Sebenarnya, orang yang suka mempermainkan wanita adalah pengecut.
Kenapa begitu? kerana dia hanya bermain-main dengan sehelai kapas…
Yang kecil, nipis, mudah terbang tanpa arah dan tujuan…
Bermain-main didalam angan-angan dan buaian…
Realitinya, kalian belum berani menghadapinya…
Jika anda seorang yang “jantan”, nikahilah wanita itu.
Renungkanlah…

Jauhi wanita, jika kalian tak kuasa dengan fitnah hawa…
Janganlah percikkan bara, jika kalian tak ingin terbakar olehnya…
Janganlah mengambil risiko dengan mendekati pintu – pintu fitnah,
Jika kalian tidak bolehmenanggung akibatnya…
Menghalalkan yang telah diharamkan-Nya…

Bagaimanapun itu sudah terkeluar dari jalur and syari’at-Nya…
Terbuai cinta yang bersemi sebelum waktunya…
Sehingga menempuh jalan bermaksiat kepada-Nya…
Sabarlah dan tuntutlah ilmu…
Amalkan dulu ilmu yang kita punya dalam balutan ketaatan dan ketaqwaan…
Jika memang sudah tak boleh,
Tempuhlah jalan yang paling mulia tuntunan RasulNya…
Berkahwinlah melalui jalur syari’atNya…
Dengan cara-cara yang dibenarkan dan dihalalkanNya…

Muslim yang baik untuk muslimah yang baik…
Muslimah yang baik untuk muslim yang baik pula…
Dan sebaliknya…
Semoga Allah memberkati dalam ikrar suci yang menyatukan cinta kalian keranaNya
Terbina indah dan mulia dengan sebuah pernikahan…

Kuntum mawar yang telah merekah mempesona, hadirkan ungkapan cinta suci pada kekasihnya…
Itulah cinta yang sesungguhnya…
Semoga Allah menyayangimu…
Hijablah hatimu dengan hijab kalian…
Hijab yang sempurna…
Jangan biarkan hatimu mudah terjatuh kerana kerana seorang lelaki khilaf yang berpenyakit hatinya, hingga terlena akan harapan-harapan  kosong mereka…

 sumber asal : Muslimah Sholehah