Kamis, 24 Agustus 2017

Tak Terbalas

Karena kataku tak terucap, maka tak ada yang terjawab

Karena aku tak berani mengucap

Mari akhiri

Terima kasih sudah mewarnai hidup ini

Senin, 18 Januari 2016

Mimpi dan Impian

Setiap orang pasti memiliki impian, impian disini menurutku sebuah cita-cita yang layaknya ingin dicapai. menurutku begitulah definisi dari impian. Mimpi suatu kejadian yang terjadi karena kita berada di dalam keadaan bawah sadar kita sebut saa keadaan tertidur. 
Oh yah, disini sejujurnya aku kerap kali bingung dalam mendefinisikan keduanya. Tapi setelah aku memahami lebih dalam seperti itu definisi yang aku tafsirkan. Sebenarnya yang ingin aku bahas mengenai impian kita selama ini. Aku masih bingung sejujurnya jika ditanya "mau jadi apa sih?""setelah ini kerja apa?". Jujur pertanyaan itu menghampiriku setiap saat aku pasti gak tahu bakal jawab apa.Yah semoga saja kelak dimantapkan.
Aku sedikit cerita mengenai cita-citaku dulu yang ingin menjadi dokter lalu berubah menjadi bidan, lalu jadi engineering. aahhh membingungkan memang, hingga akhirnya aku berada di tempat yang awalnya aku anggap aku hanyalah kaum buangan yang berada di tempat ini. Lambat laun entah kenapa fikiranku mengenai tempat buangan ini berubah menjadi suatu harapan. Memang fikiran itu berubah seiringnya waktu karena lingkunganku saat ini yang mengubahnya. Aku tahu dulu lingkunganku dipenuhi dengan orang yang idealis, dan tak aku pungkiri aku juga orang idealis. Tapi semenjak bertemu dengan orang baru disini aku merasa aku mulai berfikir realistis, tapi tetap keidealisanku masih ada.
Banyak sekali perubahan yang aku dapat dari tempat yang aku anggap sampah ini. Sebuah perjuangan hidup bagi orang lain, tempat mencari kebhagiaan, tempat bertahan diri, apapun lah itu hal yang mereka aggap dari tempat ini akan berbuah sebuah impian yang mereka idamkan. Aku bersyukur berada di tempat ini akhirnya. Aku bersyukur karena bertemu dengan orang-orang seperti mereka semua. Aku merasa do'aku selama ini berakhir dengan baik, dan Allah benar benar mengabulkan cita-citaku, selalu berada di sekitar orang baik. 
Aku tahu disini rang baik tidak hanya mereka yang ahli dalam agama saja, atau sebut saja hanya mementingkan hubungan kepada Allah. Tapi disini juga belajar mengenai hubungan kita kepada manusia sesamanya. Aku tahu mengapa juga aku diberikan akhir yang buruk untuk kisah cintaku yang lama terjalin. Itu karena memang tidak akan diberikan kebaikan pada apa yang aku jalin. Maka diakhiri dengan begitu saja dan kejam. Ahhh.. aku cuma bisa bersyukur saat ini, diberikan keluarga yang selalu mendukungku tanpa ada rasa khawatir. Teman yang baik yang selalu setia menemani walaupun dengan mulut yang seperti bunsen ini.
Aku hanya bisa berdo'a untuk semua impian yang kita inginkan bisa menjadi nyata suatu saat nanti. Semoga dipertemuan nanti bisa bertemu dengan mereka dengan senyuman yang indah.

Senin, 14 Desember 2015

Kamu, Aku dan Dia

"Mencintai seseorang juga berarti kau tidak pernah bisa membencinya, bahkan jika dia membuatmu sakit, membuat kamu membencinya, tapi kau tidak pernah bisa.
Mencintai seseorang bukanlah kau tidak membenci mereka, kau tidak pernah bisa membencinya, jika kau mencintai seseorang"
-narasi R 1988 by Bo Ra-

Entah hati yang sedang goyah entah bagaimana, yang jelas kita tidak pernah membenci orang yang kita cintai sekalipun mereka menyakiti kita seperti apa. Memang cinta itu buta. Aku telah lama dibutakan cinta hingga aku lupa caranya untuk memulihkan hati ini. 
Aku tak tahu harus memulai dari mana. Aku tak sanggup membenci keduanya, aku hanya bisa percaya suatu hal. Kamu seperti tangan kanan bagiku, dan dia orang baik yang datang selalu menjadi tempat sampah aku dan kamu. Tapi Kamu dan Aku sudah tak ada artinya. Sedangkan Kamu dan Dia sebut saja Kalian yang aku cinta baik-baik saja. Iya kalian yang saat ini lagi bahagia bersama. Sungguh kalian awalnya membuat frustasi, entah apa itu yang jelas aku tak bisa untuk membenci kalian. Cuma bisa disenyumin aja buat kalian.
Tapi di sisi lain aku sangat menyadari, bagaimana dengan Rabb kita? Bisakah Rabb kita membenci kita? Kalau ditanya mengenai ketidak adilan, bukan kita yang merasa tak adil tapi bagaimana harusnya Allah membenci kita? Entah kenapa aku takut, suatu saat Allah telah bosan dengan dosa kita dan kita bukan menjadi orang yang dicintai Allah. hmm... Aku teringat suatu hal, kita memang semua mengaku mencintai Allah tapi pernahkah kita semua berfikir Apakah Allah mencintai kita? Yah cukuplah suatu cinta yang tak terbalas ini, tak terbalas oleh manusia saja, Tetapi kepada Allah kita memberikan cinta ini, agar kelak hidup kita selalu barakah.

Jumat, 13 November 2015

Benar

Dunia ini punya banyak warna, orang-orangnya pun juga banyak macamnya. Kita memang diciptakan oleh Allah berbeda-beda dari bangsa dan suku yang berbeda guna untuk saling kenal satu sama lain. Iya Allah menyuruh kita untuk mengenal sagu sama lain
Banyaknya perbedaan yang ada kerap kali kita mempetak-petakan semuanya. Membuat mereka kotak tak menyatu. Jikalau warna itu menyatu kau akan melihat warna putih yang bersinar terang.
Anggaplah seperti urusan di dunia, semakin banyak kamu menyelesaikan segala urusanmu dengan benar. Kau akan menjadi cahaya. Cahaya penerang. Benar, bukab menurut kita. Tapi menurut Allah

Sabtu, 25 Juli 2015

Jujur

Jujur, suatu perilaku yang mulia. Jujur memang baik, apalagi Allah menjamin surga bagi orang yang jujur dalam hidup. Tapi tahukah kamu? Jujur bisa membawamu ke malapetaka? Jujur bisa membawamu ke suatu hal yang membawamu kepada suatu masalah. Yupz, mungkin kamu bilang dirimu terlalu polos. Iya polos, terlalu bodohnya dirimu tak bisa membedakan kata yang mana harus kau ucap ketika kamu bersikap jujur.
Mengapa demikian? Disini, Aku memiliki suatu permasalahan. Ada seorang perempuan yang sedang berjalan dengan pria dimana mereka telah akrab lama, kebetulan hari iti bau mulut si pria kurang enak. Si perempuan bilang "kamu gak gosok gigi ta, bau tahuk.yek.. *bete2 ga jelas tapi tetep jalan di samping pria*"
Dan ada jawaban lain "hmmm.. makan apa tadi? Kalau makan jangan yg aneh-aneh nantik gantengnya ilang  "
Aku yakin dari kedua jawaban tersebut dapat dibedakan, keduanya memang memiliki sisi kejujuran tapi berbeda. Yang jawaban pertama cenderung menyedutkan si pria, serta jawaban yang kedua lebih mengarah memperbaiki agar si pria juga gak seberapa terpojokan. Hmm..

Kan.. jujur itu punyak banyak makna. Dan memang dalam kejujuran pun masih banyak topeng yang terselip.
Setidaknya memilih kata yang baik ketika berkata itu perlu, sambil memfilter apa yang kita ucap sebelum keluar.