Senin, 18 Januari 2016
Mimpi dan Impian
Senin, 14 Desember 2015
Kamu, Aku dan Dia
Jumat, 13 November 2015
Benar
Dunia ini punya banyak warna, orang-orangnya pun juga banyak macamnya. Kita memang diciptakan oleh Allah berbeda-beda dari bangsa dan suku yang berbeda guna untuk saling kenal satu sama lain. Iya Allah menyuruh kita untuk mengenal sagu sama lain
Banyaknya perbedaan yang ada kerap kali kita mempetak-petakan semuanya. Membuat mereka kotak tak menyatu. Jikalau warna itu menyatu kau akan melihat warna putih yang bersinar terang.
Anggaplah seperti urusan di dunia, semakin banyak kamu menyelesaikan segala urusanmu dengan benar. Kau akan menjadi cahaya. Cahaya penerang. Benar, bukab menurut kita. Tapi menurut Allah
Sabtu, 25 Juli 2015
Jujur
Jujur, suatu perilaku yang mulia. Jujur memang baik, apalagi Allah menjamin surga bagi orang yang jujur dalam hidup. Tapi tahukah kamu? Jujur bisa membawamu ke malapetaka? Jujur bisa membawamu ke suatu hal yang membawamu kepada suatu masalah. Yupz, mungkin kamu bilang dirimu terlalu polos. Iya polos, terlalu bodohnya dirimu tak bisa membedakan kata yang mana harus kau ucap ketika kamu bersikap jujur.
Mengapa demikian? Disini, Aku memiliki suatu permasalahan. Ada seorang perempuan yang sedang berjalan dengan pria dimana mereka telah akrab lama, kebetulan hari iti bau mulut si pria kurang enak. Si perempuan bilang "kamu gak gosok gigi ta, bau tahuk.yek.. *bete2 ga jelas tapi tetep jalan di samping pria*"
Dan ada jawaban lain "hmmm.. makan apa tadi? Kalau makan jangan yg aneh-aneh nantik gantengnya ilang "
Aku yakin dari kedua jawaban tersebut dapat dibedakan, keduanya memang memiliki sisi kejujuran tapi berbeda. Yang jawaban pertama cenderung menyedutkan si pria, serta jawaban yang kedua lebih mengarah memperbaiki agar si pria juga gak seberapa terpojokan. Hmm..
Kan.. jujur itu punyak banyak makna. Dan memang dalam kejujuran pun masih banyak topeng yang terselip.
Setidaknya memilih kata yang baik ketika berkata itu perlu, sambil memfilter apa yang kita ucap sebelum keluar.
Rabu, 29 April 2015
Mantapkanlah Hatiku Rabbku
Untuk pertama kalinya .. setelah sekian lama. Baru ini aku merasa mantap untuk menunggu sesuatu. Entah kenapa beda dari lainnya. Tapi seperti ada sesuatu yg diletakkan dihati ini dan saya merasa sudah mantap. Entah kenapa ini sudah waktunya untuk belajar memantapkan semuanya, hati ini, pikiran ini, sikap ini, semua hal yang menunjukkan kesikapan kita dalam menuju dewasa. Entah kenapa ini semacam suatu janji. Iya janji yang mungkin tak pernah terucap. Tapi.mungkin sedang berusaha menuju tujuan yang sama dengan jalan yang berbeda. Mungkin kita tak bertemu saat ini tak saling sapa saat ini. Entah kenapa. Untuk pertama kalinya aku merasa setelah sekian lama mencoba. Waktunya aku akhiri dan mencoba fokus untuk memperbaiki diri. Sambil menunggu kedatangan suatu hal yg membuatku menunggu saat ini.
Terimakasih yang sedang berjuang menuju tujuan yang sama.. semoga kita senantiasa dalan keberkahannya.. aamiin