Maaf, karena di meja itu masih penuh, tak ada ruang kosong lagi. Jikalau ada aku sudah menyisihkan untuk kalian, tapi aku tak pernah nyaman dengan itu semua. Maaf, aku tahu kalian keluarga. Kalian yang membuat aku belajar hal-hal baru. Tapi faktanya, aku masih belum bisa memberikan ruang bagi kalian. Entah apa yang berat. Rasanya ganjal untuk membiarkan kalian masuk terlalu dalam. Di dalam kesendirianku aku masih ingin untuk tetap sendiri. Tanpa diusik dengan yang lain, Aku bahagia dengan ini semua. Dengan harapan, aku bisa meninggalkan kalian yang jauh lebih baik. Karena memang kalian yang hebat, dan jauh lebih hebat. Allah membiarkan aku bertemu dengan kalian dan belajar dari kalian banyak sekali. Tapi masih ada impian yang aku kejar, dan impian itu yang ada di atas mejaku saat ini. Aku harap kalian mendo'akan keberhasilan semua orang yang masih memiliki meja yang terisi penuh sepertiku.
Minggu, 06 April 2014
Minggu, 02 Maret 2014
Move On kah dari yang lalu?
Akhirnya.. aku tak mau menyimpulkan semuanya.Tapi yang jelas, aku mulai merasa kalau tempat ini sudah menjadi rumah bagiku.. menjadi tempat yang selalu membuatku untuk memulai membuka hatiku ini untuk segala hal yang ada di dalamnya. Mungkin tak seindah rumah sebelumnya bagiku. Tapi yang jelas di rumah ini aku bisa berbagi canda dan tawaku.
Disini semua senyum bisa dibagi bersama, disini tangis dan canda pernah ada. Dan yang terpenting walau hati ini masih belum bisa menyintai dengan ikhlas, yang jelas kita semua satu. Dan kalian semua sudah mulai sejajar dengan almamater yang lalu.. :)
Disini semua senyum bisa dibagi bersama, disini tangis dan canda pernah ada. Dan yang terpenting walau hati ini masih belum bisa menyintai dengan ikhlas, yang jelas kita semua satu. Dan kalian semua sudah mulai sejajar dengan almamater yang lalu.. :)
Rabu, 12 Februari 2014
Mencintai Apa yang Harus Dicintai
Seketika ada yang bertanya seseorang luar bisa, dosen muda dan seorang pengusaha yang umurnya masih 25 tahun.
"Kenapa memilih Teknik Kimia?"
*aku tak tahu, harus bilang apa. Tapi memang kami semua tersesat, tersasar, atau memang takdir kita yang menggariskan jalan kita berada di tempat ini*
Tapi kalau suka semua pada bilang "karena saya suka Kimia" atau apapun itu dan aku tidak menemukan jawaban lain
ada suatu jawaban yang bener-bener bikin aku kaget, dan aku belum mendapatkan jawaban ini dari orang lain. Sambil membawa kertas yang berisikan gambar yang hampir sama dengan gambar ini
"Kenapa memilih Teknik Kimia?"
*aku tak tahu, harus bilang apa. Tapi memang kami semua tersesat, tersasar, atau memang takdir kita yang menggariskan jalan kita berada di tempat ini*
Tapi kalau suka semua pada bilang "karena saya suka Kimia" atau apapun itu dan aku tidak menemukan jawaban lain
ada suatu jawaban yang bener-bener bikin aku kaget, dan aku belum mendapatkan jawaban ini dari orang lain. Sambil membawa kertas yang berisikan gambar yang hampir sama dengan gambar ini
flowsheet pabrik tebu
sambil menjelaskan "karena ini saya masuk Teknik Kimia, mengapa? Karena tanpa Teknik Kimia, sebuah industri tidak dapat berdiri."
aku hanya berfikir, dan bisa jadi nantik ini akan menjadi jawaban bagi semua. Mengapa aku berada di tempat ini :)
Minggu, 19 Januari 2014
Bukan Masalah Cinta
Tidak demikian, tidak dengan itu, tidak dengan yang lain.
Sudah tertutup..
Bisakah itu tertutup?
Tapi tidak bisa?
Karena kapal yang berada di tengah samudera itu telah bocor..
Sudah tak bisa kembali lagi ..
Tak bisa tahu kemana harus mengalir.
Karena telah tenggelam..
Dan bisakah semua itu tenggelam bersama masa laluku?
Aku rasa tidak
Sudah tertutup..
Bisakah itu tertutup?
Tapi tidak bisa?
Karena kapal yang berada di tengah samudera itu telah bocor..
Sudah tak bisa kembali lagi ..
Tak bisa tahu kemana harus mengalir.
Karena telah tenggelam..
Dan bisakah semua itu tenggelam bersama masa laluku?
Aku rasa tidak
Langganan:
Postingan (Atom)