Sabtu, 20 Juli 2013

Makjleb..

Obrolan ini terjadi di hari kedua puasa, disaat itu aku lagi di sekolah malam-malam sama teman-teman kelasku. Memang kita mau shalat Isya' dan terauwih di mantan sekolahku kami. Karena kita sering kali buntu tak tahu harus kemana kalau mau shalat. Kebetulan kita misah-misah. Dan aku bersama dengan Kumis, teman yang unyu tapi yoh gak unyu banget (maksute opo iki) berjalan ke menuju koridor dan ke masjid berdua (karena aku takut gelap seh). Tiba-tiba dia tanya,,,
"Kon mbalik  a?
"Gatau, koyok smp"
"Ojok gelem, statuse gak jelas. php."
"*jleb*"

aku cuma diam, dan dia berjalan dengan cepat sambil menakut-nakutiku di tengah kegelapan.. hoho.. 

Dan Akhirnya Aku Getir

Pada akhirnya aku jatuh lagi. Aku jatuh diatas semua pertahanan yang aku punya. Aku tak pernah ingin jatuh. Aku tak pernah. Siapa sih orang yang mau jatuh? Jatuh itu sakit dan yang jelas gak enak. Aku tahu mungkin sudah waktunya.. dari serangan pertama dan kedua yang aku biasa saja, gak pernah ngeluarin air mata ini. Walaupun memang aku sakit, tapi aku legowo. Ketiga aku goyah. Aku mulai tak tahu, harus kemana lagi aku melangkah. Hingga serangan yang kelima pun, akhirnya aku merasa aku berada di posisi aku paling rendah, benarkah? aku tak tahu itu. Aku tak tahu. Mungkin masih ada posisi yang lebih rendah lagi. 
Di mata Allah, yang begitu rendah. Kamu tahu apa? Iman yang ada pada diri mereka. Semakin rendah Imannya maka semakin rendahlah orang itu kepada Allah. Ingat, ingat.. Bukan berkata seperti ini

"masalah terlalu berat bagiku ya Allah, aku tak sanggup......."

tetapi katakan

"Ya Allah, masalahku berat tapi aku memiliki Engkau yang Mahakuat . Aku mohon selesaikan masalah ini"

Ingat.. mengeluhlah kepada Rabbmu, bukan kepada manusia yang hanya bisa menambah masalah saja. Maka dari itu terkadang aku lebih memilih diam sendiri dari pada mengatakan apa yang aku rasakan kepada orang lain.

Rabu, 03 Juli 2013

Jangan Berakhir

Hari itu, aku dan kamu bermain-main. Sudah satu tahun kita tak pernah main-main seperti itu kan kawan? Senangkah kamu? Aku tak tahu, aku senang atau tidak. Tapi yang pasti aku menemukan jawaban dari semuanya. Atas keraguan yang ada selama 1 tahun ini.

"DAAAAARRR" memang bunyi permainan tak seperti itu, tak seperti ledakan bom. Tapi gambarannya seperti itu untuk hati dan perasaan kita. 

Memang bahagia, tapi hanya sementara. Aku tak pernah ingin menangis lagi tentang hal ini. Karena memang tak perlu aku menangis sesuatu, yang aku rasa terlalu berharga untuk aku keluarkan air mataku.

Memang kita bahagia, kita senang, kita menikmati, tapi memang tak bisa digambarkan dengan kata-kata apa yang dirasakan

Hingga akhirnya terbesit di hati ini.
"Bisa nggak hari ini nggak berakhir, Bisa nggak nambah 1 jam lagi. Bisa nggak balik ke awal tadi. Bisa nggak 1 hari itu lebih dari 24 jam. "

Tapi sayangnya itu gak bisa terjadi.. dan sudah berakhir..

Aku tak tahu, apa yang harus ku ucapkan mungkin kata "maaf dan terimakasih" saja yang bisa kuberikan. Bukan Cinta yang selama ini kita idamkan, kawan.

Kamis, 27 Juni 2013

Masih Beberapa Bulan........... Lagi

Hari itu aku datang ke rumah sakit seperti biasanya, tapi kali ini berbeda. Raut wajah bahagia menyertaiku. Karena aku tak sabar untuk melepas kruk ini. Aku harus roentgen terlebih dahulu.. Yaudah aku langsung menuju ke tempatnya. Disana aku sendirian sama mas Dokter yg ngeroentgen. Yah biasa aku naik ke tempat tidur. lalu berbaring dan foto lah, 2 kali dia mengambil foto kakiku. 
Lalu beberapa menit aku keluar menunggu ayah, disana rame banget. Tempat aku menunggu dekat dengan pintu gerbang orang-orang yang mau menjenguk dan ada satpamnya. Orang-orang pada sibuk ingin masuk, padahal belum jam besuk. Lalu 15 menit kemudian. Fotonya jadi, aku langsung menuju ke tempat spesialis Orthopedi seperti biasa dokternya telat ata suster 16.45 bakal dateng tapi udah jam 17.00 belum datang. Ayah masih mengurusi adsmintrasi. 

Sambil menunggu aku melihati hasil foto. Aku agak kurang semangat melihatanya. Tak semangat aku berangkat tadi. Yang aku kira aku bakalan lepas tongkat. Soalnya aku gak mau juga pas MPDK nantik aku pakek tongkat. Tapi melihat hasilnya foto, it's not good. 

Kemudia maghrib pun datang, aku menyuruh ayah sholat terlebih dahulu. Sedangkan aku masih menunggu aku dipanggil. Tepat sekali ketika ayah datang, giliranku memasuki ruang periksa. Kali ini dokter Ferdi sendiri yang menangani ini dokter yg menangani saya, Padahal 2 kali lalusaya diperiksa sama dokter yg bisa dibilang lebih mudah dan cakep -___-'. Yang bilang kalau saya bakal lepas kruk. Lalu ternyata.. dokter Ferdi bilang "Jangan jalan gak pakek kruk lagi. Ini rawan. Kalau gak mau menyesal di kemudia hari. Yaudah ini 1 bulan lagi kesini".... dengan wajah yang agak sedih.. beneran ini aku sedih banget,, ternyata aku masih belum bisa gak makek kruk.. Lalu... yawes, banyak sekali rencana yg aku batalkan di minggu ini. Hmm..tapi aku biasa aja.. Mungkin Allah masih harus menghapus dosa-dosaku yg bagitu banyak ini.. aamiin

Maaf yah buat orang-orang yang udah tak janjiin, bakal nginep bareng, bakal foto-foto bareng, bakal shoping bareng, dan apalah. Ternyata.. haha.. wes intie aku njauk sepuroh ae, gawe uwong sing janji tak ajak metu lak aku waras..

Rabu, 26 Juni 2013

two different

In one day, can be made happy by someone
then can turn someone away
then can be made afraid by someone
but they are different
because it is impossible to have them