Rabu, 18 Juli 2018

Cintaku Naik Turun

Kadang kalau Cinta itu semuanya tiba-tiba jadi putih, cemerlang bersinar, seakan-akan kita lupa kalau masih ada orang lain yang ada disekitar kita. Tapi kalau sedang gak Cinta tiba-tiba semuanya runtuh benar-benar runtuh, kayak semua hal di dunia ini bakal salah gitu. Yah.. begitulah dengan Iman yang naik turun juga. Kadang naik, saat naik itu entah kenapa kecintaan kita sama Allah bener-bener bertambah beribadah bener bener sering, sering ini dan itu. serta jauh lebih tenang hatinya.
Tapi kalau misa Iman kita turun, semuanya serba lemah apapun, mulai dari hati ini yang gundah gulanah gak jelas. Sampai merasa pesimis tentang hidup kita, yah ujungnya sampai lemahnya Iman kita, jauh dari kontrolan hati mentok sampai kita tak punya rasa malu mentok banget kita pindah keyakinan. Naudzubilllah,
Jadi sebenernya aku lagi mengalami naik turunnya cinta banget, hahahah. Ini macem gantian sih, kadang kalau cinta sama dunia, akhiratnya sering lupa. Kalau cinta sama akhirat pun kadang juga lupa kalau kita masih dunia dan memang teman seiman yang selalu mengingatkan kebaikan adalah teman terbaik. Cuma bisa berterimakasih dengan teman-teman yang masih ada di sekitar. Tolong ingatin lagi kalau misal masih punya banyak kesalahan. hehehe. 
Tapi yang jelas jika hati ini terlalu sering berbolak balik dekatkan hati ini kepada pemilik hati, hahaha. mohon doa yang sederhana sekali. sangat sederhana. kan :)

Dunia ini memang seperti khamr bagi akhirat, jika kita terlalu hayut di dalamnya maka kita termasuk orang yang merugi di dunia ini


Jumat, 13 Juli 2018

Kiasan Cinta

Kata kiasa itu sebenarnya hanya bercanda, tapi kerap kali menyakiti. 
ahh salah bukan kiasan, tapi memang hanya kita yang tinggal disini yang paham. 
Bahwa hal itu bentuk cinta terkadang 
blk, ck,
thank you kawan,
Tapi harusnya mulai saat ini, aku harus meninggalkanmu dan kembali lagi kepada prinsip-prinsip yang harusnya aku miliki, entah aku tanam dimana saat ini

Kamis, 12 Juli 2018

First Time Do'a.................

Malam itu entah kenapa terasa aneh. untuk pertama kalinya. Ada hal lain yang aku minta. Ahh malu sejujurnya untuk mintak hal ini ke Rabbku tapi mau gimana lagi, sudah berumur. Udah waktunya gak masalah kan?
hahahaha
Emang gak ada masalahnya sih, cuma yah begitu begitu aja hasilnya. Belum ada "ending" yang dibuat. Mungkin memang Rabbku menginginkan diri ini agar selalu tak lupa berdo'a kepadanya. Agar senantiasa bercumbu di sepertiga malam akhir denganNya. Kamu baru mintak hal seperti itu hanya beberapa kali, dan mintak dikabulkan. Sedangkan pemilik hatimu yang sebenarnya jarang sekali kau temui. Oh iya, setidaknya sehari 5 kali kau temui, belum lagi kau tambah dengan segala ibadah sunnah. begitu kamu mintak do'a kamu terkabul? ahhh, mungkin diri ini masih belum mampu. Belum ada daya dan upaya, untuk membuat itu menjadi nyata. 


"Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837.)"

Banyak sekali hal-hal yang harusnya kita mintak, lebih kita hargai lagi keadaanya. Dan masih bersyukur, ada Allah karena apa-apa bisa mintak. Kalau gak ada Allah, kepada siapa kita meminta sesuatu? Memohon segala yang ada dunia? memohon agar rejeki selalu berlimpah? memohon agar diberikan surga? Ingatlah Allah, dan jangan syirik. 

Senin, 09 Oktober 2017

Be Kind

sial sudah lama sekali aku tidak menyapa para penggemar blogku yang satu ini, teralalu sering disibuk dengan duniaku sendiri. Hingga lupa dengan dunia yang satu ini. Sedikit rindu dengan dunia tulis menulis yang ada disini yang memang isinya hanya beberapa fikiranku tentang duniaku sendiri. Jadi yah mungkin hanya segilintir orang yang mampir disini.
Alhamdulillah setelah hampir satu tahun saya lulus dari perkuliahan Ahli Manipulasi Data, ceileh Amd, sekarang saya sedang lanjut di masa dimana Sarjana. Alhamdulillah Allah masih berikan saya nikmat untuk merasakan jenjang pendidikan lagi, walaupun umur saya yang masih dibilang muda kan yah. 
Saya bisa dibilang masih sangat menyukai hiruk pikuk dunia kehidupan perkuliahan lagi, masih nikmat dan menyenangkan bagi saya. Rasanya enggan atau memang belum siap untuk menempuh ke jenjang yang lebih serius entah itu nantinya kerja ataupun membina rumah tangga, sial diumur yang bisa dibilang masanya galaunya hidup ini, saya masih terasa hampa dan senang dengan kehidupan perkuliahan ini. hmmm, masa muda memang begitu menyenangkan atau memang saya terlalu lama menikmati masa muda sayal, hingga menyampai titik puncak akhir dari masa muda.
Tapi aku benar-benar bersyukur di usia saya yang bisa dibilang cukup matang ini, masih ada orang-orang yang beranggapan saya polos, dan tidak tahu menahu mengenai hal-hal diluar sana, entah tahu atau tidak yang pasti mungkin saya tahu, tapi hanya mencoba diam. Saya bersyukur sekali lagi. Di kehidupan dunia yang bisa dibilang mulai kejam ini, saya masih dipertemukan dengan orang orang baik.

Thank you for anyone. I think i can be a kind person, because i always around kind person, Love anyone who know me.

Kamis, 24 Agustus 2017

Tak Terbalas

Karena kataku tak terucap, maka tak ada yang terjawab

Karena aku tak berani mengucap

Mari akhiri

Terima kasih sudah mewarnai hidup ini

Senin, 18 Januari 2016

Mimpi dan Impian

Setiap orang pasti memiliki impian, impian disini menurutku sebuah cita-cita yang layaknya ingin dicapai. menurutku begitulah definisi dari impian. Mimpi suatu kejadian yang terjadi karena kita berada di dalam keadaan bawah sadar kita sebut saa keadaan tertidur. 
Oh yah, disini sejujurnya aku kerap kali bingung dalam mendefinisikan keduanya. Tapi setelah aku memahami lebih dalam seperti itu definisi yang aku tafsirkan. Sebenarnya yang ingin aku bahas mengenai impian kita selama ini. Aku masih bingung sejujurnya jika ditanya "mau jadi apa sih?""setelah ini kerja apa?". Jujur pertanyaan itu menghampiriku setiap saat aku pasti gak tahu bakal jawab apa.Yah semoga saja kelak dimantapkan.
Aku sedikit cerita mengenai cita-citaku dulu yang ingin menjadi dokter lalu berubah menjadi bidan, lalu jadi engineering. aahhh membingungkan memang, hingga akhirnya aku berada di tempat yang awalnya aku anggap aku hanyalah kaum buangan yang berada di tempat ini. Lambat laun entah kenapa fikiranku mengenai tempat buangan ini berubah menjadi suatu harapan. Memang fikiran itu berubah seiringnya waktu karena lingkunganku saat ini yang mengubahnya. Aku tahu dulu lingkunganku dipenuhi dengan orang yang idealis, dan tak aku pungkiri aku juga orang idealis. Tapi semenjak bertemu dengan orang baru disini aku merasa aku mulai berfikir realistis, tapi tetap keidealisanku masih ada.
Banyak sekali perubahan yang aku dapat dari tempat yang aku anggap sampah ini. Sebuah perjuangan hidup bagi orang lain, tempat mencari kebhagiaan, tempat bertahan diri, apapun lah itu hal yang mereka aggap dari tempat ini akan berbuah sebuah impian yang mereka idamkan. Aku bersyukur berada di tempat ini akhirnya. Aku bersyukur karena bertemu dengan orang-orang seperti mereka semua. Aku merasa do'aku selama ini berakhir dengan baik, dan Allah benar benar mengabulkan cita-citaku, selalu berada di sekitar orang baik. 
Aku tahu disini rang baik tidak hanya mereka yang ahli dalam agama saja, atau sebut saja hanya mementingkan hubungan kepada Allah. Tapi disini juga belajar mengenai hubungan kita kepada manusia sesamanya. Aku tahu mengapa juga aku diberikan akhir yang buruk untuk kisah cintaku yang lama terjalin. Itu karena memang tidak akan diberikan kebaikan pada apa yang aku jalin. Maka diakhiri dengan begitu saja dan kejam. Ahhh.. aku cuma bisa bersyukur saat ini, diberikan keluarga yang selalu mendukungku tanpa ada rasa khawatir. Teman yang baik yang selalu setia menemani walaupun dengan mulut yang seperti bunsen ini.
Aku hanya bisa berdo'a untuk semua impian yang kita inginkan bisa menjadi nyata suatu saat nanti. Semoga dipertemuan nanti bisa bertemu dengan mereka dengan senyuman yang indah.

Senin, 14 Desember 2015

Kamu, Aku dan Dia

"Mencintai seseorang juga berarti kau tidak pernah bisa membencinya, bahkan jika dia membuatmu sakit, membuat kamu membencinya, tapi kau tidak pernah bisa.
Mencintai seseorang bukanlah kau tidak membenci mereka, kau tidak pernah bisa membencinya, jika kau mencintai seseorang"
-narasi R 1988 by Bo Ra-

Entah hati yang sedang goyah entah bagaimana, yang jelas kita tidak pernah membenci orang yang kita cintai sekalipun mereka menyakiti kita seperti apa. Memang cinta itu buta. Aku telah lama dibutakan cinta hingga aku lupa caranya untuk memulihkan hati ini. 
Aku tak tahu harus memulai dari mana. Aku tak sanggup membenci keduanya, aku hanya bisa percaya suatu hal. Kamu seperti tangan kanan bagiku, dan dia orang baik yang datang selalu menjadi tempat sampah aku dan kamu. Tapi Kamu dan Aku sudah tak ada artinya. Sedangkan Kamu dan Dia sebut saja Kalian yang aku cinta baik-baik saja. Iya kalian yang saat ini lagi bahagia bersama. Sungguh kalian awalnya membuat frustasi, entah apa itu yang jelas aku tak bisa untuk membenci kalian. Cuma bisa disenyumin aja buat kalian.
Tapi di sisi lain aku sangat menyadari, bagaimana dengan Rabb kita? Bisakah Rabb kita membenci kita? Kalau ditanya mengenai ketidak adilan, bukan kita yang merasa tak adil tapi bagaimana harusnya Allah membenci kita? Entah kenapa aku takut, suatu saat Allah telah bosan dengan dosa kita dan kita bukan menjadi orang yang dicintai Allah. hmm... Aku teringat suatu hal, kita memang semua mengaku mencintai Allah tapi pernahkah kita semua berfikir Apakah Allah mencintai kita? Yah cukuplah suatu cinta yang tak terbalas ini, tak terbalas oleh manusia saja, Tetapi kepada Allah kita memberikan cinta ini, agar kelak hidup kita selalu barakah.

Jumat, 13 November 2015

Benar

Dunia ini punya banyak warna, orang-orangnya pun juga banyak macamnya. Kita memang diciptakan oleh Allah berbeda-beda dari bangsa dan suku yang berbeda guna untuk saling kenal satu sama lain. Iya Allah menyuruh kita untuk mengenal sagu sama lain
Banyaknya perbedaan yang ada kerap kali kita mempetak-petakan semuanya. Membuat mereka kotak tak menyatu. Jikalau warna itu menyatu kau akan melihat warna putih yang bersinar terang.
Anggaplah seperti urusan di dunia, semakin banyak kamu menyelesaikan segala urusanmu dengan benar. Kau akan menjadi cahaya. Cahaya penerang. Benar, bukab menurut kita. Tapi menurut Allah

Sabtu, 25 Juli 2015

Jujur

Jujur, suatu perilaku yang mulia. Jujur memang baik, apalagi Allah menjamin surga bagi orang yang jujur dalam hidup. Tapi tahukah kamu? Jujur bisa membawamu ke malapetaka? Jujur bisa membawamu ke suatu hal yang membawamu kepada suatu masalah. Yupz, mungkin kamu bilang dirimu terlalu polos. Iya polos, terlalu bodohnya dirimu tak bisa membedakan kata yang mana harus kau ucap ketika kamu bersikap jujur.
Mengapa demikian? Disini, Aku memiliki suatu permasalahan. Ada seorang perempuan yang sedang berjalan dengan pria dimana mereka telah akrab lama, kebetulan hari iti bau mulut si pria kurang enak. Si perempuan bilang "kamu gak gosok gigi ta, bau tahuk.yek.. *bete2 ga jelas tapi tetep jalan di samping pria*"
Dan ada jawaban lain "hmmm.. makan apa tadi? Kalau makan jangan yg aneh-aneh nantik gantengnya ilang  "
Aku yakin dari kedua jawaban tersebut dapat dibedakan, keduanya memang memiliki sisi kejujuran tapi berbeda. Yang jawaban pertama cenderung menyedutkan si pria, serta jawaban yang kedua lebih mengarah memperbaiki agar si pria juga gak seberapa terpojokan. Hmm..

Kan.. jujur itu punyak banyak makna. Dan memang dalam kejujuran pun masih banyak topeng yang terselip.
Setidaknya memilih kata yang baik ketika berkata itu perlu, sambil memfilter apa yang kita ucap sebelum keluar.

Rabu, 29 April 2015

Mantapkanlah Hatiku Rabbku

Untuk pertama kalinya .. setelah sekian lama. Baru ini aku merasa mantap untuk menunggu sesuatu. Entah kenapa beda dari lainnya. Tapi seperti ada sesuatu yg diletakkan dihati ini dan saya merasa sudah mantap. Entah kenapa ini sudah waktunya untuk belajar memantapkan semuanya, hati ini, pikiran ini, sikap ini, semua hal yang menunjukkan kesikapan kita dalam menuju dewasa. Entah kenapa ini semacam suatu janji. Iya janji yang mungkin tak pernah terucap. Tapi.mungkin sedang berusaha menuju tujuan yang sama dengan jalan yang berbeda. Mungkin kita tak bertemu saat ini tak saling sapa saat ini. Entah kenapa. Untuk pertama kalinya aku merasa setelah sekian lama mencoba. Waktunya aku akhiri dan mencoba fokus untuk memperbaiki diri. Sambil menunggu kedatangan suatu hal yg membuatku menunggu saat ini.

Terimakasih yang sedang berjuang menuju tujuan yang sama..  semoga kita senantiasa dalan keberkahannya.. aamiin

Jumat, 17 April 2015

Be Simpel

Hidup itu simpel aslinya. Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepadaNya (QS.adz-dzariyat:56). Yaudah kita beribadah kepadaNya. Contohnya aja sih kita shalat, kerjakan shalat. Oh yah kepadaNya kata ini jelas menunujuk hanya kepada Allah kita beribadah, gak ke yang aneh2. Gak perlu lah kita ke pak dukun, orang pinter, atau apa lah itu yang bikin kita dapet wangsit atau keberuntungan lainnya. Hmm.. inget bro sist!!! Dunia ini fana lho. Fana, kita disini cuma sementara buat apa toh nyari kebahagiaan yang fana.

Oh yah sih, kita hidup pasti semua pingin bahagia kan. Gak perlu yang aneh-aneh kan. Yang penting satu kan, bahagia. Yaudah simpelkan itu dengan beribadah kepadanya "amar ma'ruf nahi munkar". Eits.. hampir lupa. Jangan lupa kalau beribadah juga ada tuntutannya bro sist. Gak ngawur sembarangan. Misal shalat shubuh yang tuntutannya 2 rakaat, dijadikan 4 rakaat dengan alasan kan tambah banyak toh dengan begitu pahalanya makin banyak. Noo!!! It's big wrong. Yah kalau beribadah harus sesuai sama tuntutannya Rasul kita nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam.

Aku sih bahas begini cukup dulu sih. Maaf kalau banyak salah kata atau omong. Kalau gak suka tinggal ngomong bro sist. Kalau punya salah maaf yah.. haha

Sabtu, 21 Maret 2015

Alhamdulillah Ini Nikmat

Alhamdulillah.. aku pernah ditimpa suatu musibah yg menyebabkan aku tak bisa berjalan hingga sampek sekarang naik motor masih diliputi rasa trauma, dari sana aku bisa belajar bahwa aku hidup harus membutuhkan bantuan orang lain...
Alhamdulillah aku pernah merasakan rasanya ditinggal sahabat dari sana aku belajar bahwa sahabat begitu berharga dan gimana caranya kita menjaga mereka lebih menghargai keberadaan mereka yang seringkali menolong kita disaat suka dan duka.. pastinya..
Alhamdulillah aku pernah ditinggal oleh seorang laki-laki. Dari sana aku bisa banyak belajar bahwa seorang lelaki ingin dihargai, lebih didengarkan dan terlebih lagi dihormati pastinya, dan membuatku lebih ingin menjadi perempuan yang baik saat ini
Alhamdulillah aku berada di tempat aku menimba ilmu saat ini its d3 teknik kimia. Aku bersyukur, aku belajar hidup lebih baik dan menghargai menemui banyak orang yang luar biasa di tempat ini

Hal diatas merupakan hal2 yang bisa dibilang aku kurang bersyukur dengan nikmat Allah yg berikan kepadaku semuanya..
Orang tua yang selalu mendukungku, keluarga yang begitu mencintai.. dan hidup yg lebih dari cukup ini. Alhamdulillah ya Allah.. entah kenapa aku lebih senang untuk saat ini.. lebih nyaman dengan duniaku saat ini. Pastinya aku lebih bersyukur dengan yang engkau beri..
Ya Allah maaf jikalau banyak kelalaian yang aku buat.. maaf jikalau nikmatmu banyak yang tak aku syukuri... kali ini aku lebih belajar. Belajar bersyukur dari semua yang engkau keberi..
Alhamdulillah.. cukup katakan itu setiap syukur yang kita terima :)

Jumat, 27 Februari 2015

Perlahan tapi Pasti

Coba amati apa yang ada di isi hapemu saat ini. Semua chatnya, semua smsnya. Coba kalian amati. Semua telah berubah bukan?

Orang-orang yang kini mulai sering ngechat kamu, sms kamu, telepon kamu mulai berubah. Iya.. yang mungkin setahun lalu masih duduk di bangku SMA dan sekarang sudah kuliah. Hmm.. ada yang aneh memang

Yang dulu pergi ada, ada juga yang datang saat ini. Menyenangkan memang, ada yang pergi dan datang lalu beradaptasi lagi. Lalu berjuang lagi, tapi berjuang dengan orang yang berbeda.

Canggung?

Agak sih (bagiku)

Iya mungkin karena aku termasuk orang yang susah beradaptasi kali yah.. tapi entah lama kelamaan ada yang nyaman juga sih. Perlahan tapi pasti. Kita mulai menyenangi dengan hal-hal baru ini. Kadang juga membuat kita lupa dengan hal dulu.

Aku bersyukur aja. Alhamdulillah Allah selalu memberikan orang-orang baru yang pastinya lebih baik lah. Dan pastinya setiap orang yang ada disekitar kita. Benar-benar membawa perubahan bagi hidup kita. Memberikan warna-warni yang memang tak bisa dibeli.

Terimakasih buat semuanya sih pastinya. Yang sudah mengisi duniaku. Datang dan pergi silih berganti. Tapi kalian semua memiliki arti :))

Jumat, 20 Februari 2015

Melangkah ke Arah Lain

Biasanya aku melangkah ke arah yang sama. Tak pernah terlepas dari yang namanya agama, mengikuti berbagi acara tentang keagamaan. Sebut saja SKI semasa SMA. Semenjak kuliah aku tak menemukan kenyamanan di tempat seperti itu lagi. Maka jadilah semester 1-3 ku bener-bener kluntang kluntung. Tapi gak sepayah itu juga. Waktu semester 1 memang vakum, yah soalnya masih sakit.
 
waktu semester 2 mencoba untuk ITS EXPO dan INTERVAL yang alhamdulillah aku disana menemukan keluarga. Yah aku tahu kedua tempat itu berbeda dari yang sebelumnya. Tak ada unsur agama sama sekali. Justrul bisa dih bilang bersenang-senang jikalau di tempat itu. Tapi aku senang anehnya. Padahal waktu ini harusnya aku menyibukkan ke suatu hal yang gagal.. tapi anehnya aku menerima saat ini.

Tapi pas semester 3 emang aku mendaftar ke JMMI, semacam SKI gitu tapi di its. tapi hasilnya, aku sering pergi entah kemana. dan gak tahu apa yang aku lakukan. Waktu itu aku juga mendaftar sebagai staff di himpunan, Yah aku sih sering hilang memang suka banget tiap sabtu-mingguku aku habiskan di rumah dengan tidur bareng keluarga. Memang hal itu nyman. Di himpunan pun aku biasa saja, proker yang aku kerjakan sangat muda. Cuma karena saya malas seringkali terbengkalai. hahaha.. *maafkan mas zak mbak riz, dan teman-teman kesma*. Sejujurnya semester 3 mencoba untuk mendaftar BEM ITS udah siap sih semua, udah kirim semua berkas sampek foto ke tempat yang bagus. Tapi karena entah kenapa hatiku gak kekeh. Aku gak mood dan waktu itu hujan screening pun aku tak datang. Tapi karena juga entah kenapa waktu itu aku menerima tawaran di tempat lain sebagai koor konsum suatu acara juga sih bisa dibilang. Oh yah waktu itu juga hampir saja aku mendaftar sebagai pemandu FTI tapi entah aku urungkan karena gak suka dengan pakaian pelatihannya. Apalagi jilbab putih kesayanganku dibawak Bi ke Jakarta. Maka aku urungkan. Biasa saja memang rasanya. aku tak sedih ataupun apa. Tapi aku menikmati. Sejujurnya ada amanah LDJ juga yang aku pegang. Tapi aku hanya perempuan seorang. Dengan jumlah wanita yang lebih banyak tapi ak perempuan sendiri, dan tiap rapat selalu berhijab sendiri.. dan apalagi kadepnya selalu aku "garai" karena memang aku ngelamak dengannya *maaf mas tab*

Semester 4 ini ingin kembali ke jalur yang sama yaitu agama lagi, haha,, sudah cukup bersenang-senang dengan dunia. Gak juga sih, masih ada ITS EXPO juga. Dan entah apa. atau aku gunakan untuk mencari tempat kuliah lagi. hahaha.. entah aku bingung. Faza sendiri bilang "udah bisa jadi dokter kok di tempat ini, dokter tekkim" hahaha. Bukan karena tak suka jurusannya sih, cuma sangat disayangkan kalau belum menyentuh itu lagi.. hehehe... sudah lah yuk.. haha.. 

semua pada akhirnya adalah apa yang kita inginkan saat ini. mungkin aku melangkah ke arah berbeda saat ini, tapi arah alirannya tetap ke arah jalan yang aku inginkan yaitu jalan yang haq InshaAllah.

Selasa, 10 Februari 2015

Dibalik Meninggalkan

Waktu itu aku merasa sendiri.. hmm.. bukan sendiri juga seh. Tapi gak sendirian soalnya. Tapi merasa semua orang sudah pergi. Entah banyak yang hilang dalam hidupku saat itu. Memang sih banyak sekali yang bertemu lalu pergi. Tapi memang itu hidup. Kita harus ngapain lagi? Ada yang datang dan ada juga yang meninggalkan..

Aku sempat cerita atau entah marah hampir ke semua orang yang meninggalkanku mulai dari shinta, bi, ovi, intan, rizta, faizal, bas, rahma, banyak entah berapa orang yang pergi meninggalkan

Aku tahu mereka pergi punya alasan juga sih. Iya aku tahu. Tapi siapa orang yang mau ditinggalkan di dunia ini, gak ada kan? Sampek akhirnya aku belajar. Iya belajar.. memaknai arti ditinggalkan. Iya arti ditinggalkan memang cuma sakit. Iya karena yang biasanya ada sekarang gak ada atau pergi di tempat yang agak jauh. Hmmm. Lalu aku menyimpulkan.. mereka pergi pun beralasan juga gak ada. Lalu aku nyimpulin aja sih

"Memaknai kehilangan bukan dari sisi yang ditinggalkan karena ditinggalkan itu sakit, melainkan dari sisi yang meninggalkan. Karena meninggalkan memiliki alasan"

Berlari Bukan Untuk Kembali

Malam di tengah kamar aku memikirkan sesuatu.  Sudah hampir 2 bulan ini tak aku pikirkan, mungkin karena aku sedang sibuk mencari hal lain. Aku sedikit bercerita tentang "kita" pada malam ini.  Entah "kita" yang mana. "Kita" yang hanya sebuah mimpi yang tak pernah jadi satu

Kita pernah saling mengejar satu sama lain tetapi kita tak pernah untuk berlari bersama. Sepanjang jalan kita hanya saling mengejar. Hingga suatu hari aku terjatuh. Tapi kau terus berlari. Saat terjatuh itu, aku pun yang mulai mengejarmu. Aku dalam posisi mengejar dan kamu selalu berlari tanpa berbalik arah lagi. Iya terus dan terus lari. Ketika aku mengejar aku terjatuh berkali-kali. Diawal aku terjatuh mungkin kamu selalu berbalik badan dan menolongku. Itu terjadi setiap kali. Tapi lalu kamu tetap berlari dan aku terus mengejar. Suatu hari, ada jatuhan dimana kamu tak berbalik arah lagi. Iya kamu tak berbalik arah untuk menolong. Aku berusaha untuk mengejarmu dengan rasa sakit saat berlari itu. Terus mengejar dan mengejar. Aku mulai lelah saat mengejar, karena kamu tak berbalik arah sama sekali. Lalu aku diam, aku diam ditempat itu sudah cukup lama aku diam. Tanpa ada gerakan untuk berpindah tempat. Awalnya aku berharap kamu berbalik arah dan kembali. Tapi kamu terus berlari.

Kemudian aku tetap diam ditempat itu. Entah kemudian aku mencoba membuka mata. Ada banyak tangan yang ingin berlari denganku. Tapi aku mencoba untuk berdiri sendiri lagi. Tapi entah anehnya, aku tak mengejarmu lagi. Aku cuma ingin lari saat ini. Tanpa peduli di depan ada kamu atau tidak. Aku terus lari tanpa peduli kamu berbalik arah atau tidak. Aku pedulikan hanya aku terus berlari menjalani hidup ini tanpa peduli apa yang kamu lakukan saat ini.

Sesekali aku melihat ke arahmu. Tapi entah kenapa yang aku rasa hanya biasa. Tak ada yg bisa aku rasa. Kemudian aku memutuskan untuk berlari ke tujuanku. Entah dimana. Aku yakin dengan berlari aku sampai di tempat yg aku inginkan.

Untuk kamu, tetaplah berlari sesuai tujuanmu. Berlarilah.. semoga kita sampai tujuan masing-masing. Karena dunia "kita" terlalu beda untuk bersatu

Jumat, 26 Desember 2014

Dibelakangmu

Selama ini aku selalu dibelakangmu. Iya aku selalu berada dibelakangmu.
Ketika aku ingin berada di depanmu.
Menggunakan bantuanmu, segala cara aku gunakan dengan memperalatmu kakimu, tanganmu, apapun yang kau miliki, aku manfaatkan untuk menguatkan diriku.
Hingga akhirnya kamu tak mau, kamu tahu. Kalau aku hanya memperdayakanmu selama ini
Sial bukan malang diri ini bodoh.
Jelas kita tak pernah berjalan bersampingan.
Kita tak pernah berpangku tangan, untuk menuju impian kita masing-masing
Kita hanya menuntut satu sama lain menjadi apa yang kita inginkan
Hmm.. bodoh juga ini
Aku berusaha lari dari hidupku saat ini
Aku melihat cahaya berkilau kembali , semakin aku dekati. Itu mendekatkan diriku kepadamu lagi
Bodoh.. sial sekali aku
Aku masih kekanak-kanakan tak tahu bedanya saat bersikap biasa dan tidak.
Hmm.. aku harus bagaimana juga?
Aku tak boleh lari dari hidup ini
Memang tempatku berada di belakangmu.
Selalu dibelakangmu.
Aku maih bersembunyi dibelakang tubuhmu yang besar itu. Iya aku masih takut untuk menghadapi hidup ini.
Ahh sial.. kamu pergi lagi.
Iya lalu aku hanya diam. Mencoba mengikuti tak guna.
Lalu aku ingat, ada Allah yang menemaniku. Ada Allah yang menemaniku untuk menjalani hidupku.
Jika aku mulai lemah lagi, aku berdoa lagi. Aku mencari semangat lagi.
Aku bisa, setiap pagi kata itu yang muncul dari hidupku.
Aku bisa menjalani hidup ini.
Yah cukup Allah yang membantuku

Kamis, 04 Desember 2014

Dua Impian, Satu Pilihan

Aku punya 2 mimpi dalam resolusiku tahun ini, dan keduanya hampir saja aku coret
Entah kenapa di ujung akhir ketika aku ingin mengambil semuanya dan ingin mencoretnya
Aku dsuruh memilih. Pilih mana? Ambil satu saja
Aku merasakan bahwa aku ditengah jalan, dimana ada cabangnya
Apa yang harus aku pilih?
Satu memang sudah pasti, tapi begitu sayang untuk aku tinggalkan
Tapi satunya lagi juga gerbang untuk hal yang lebih indah lainnya, tapi masih ada satu langkah lagi
Aku harus bagaimana?
Apa aku harus lari-lari lagi seperti dulu, menggantungkan semuanya atau aku mengakhiri semuanya?
Atau aku sudah memiliki kepastian yang pasti... aaaahhhhh
sungguh ini tak semudah yang aku pikirkan
Dua hal ini bagai impianku selama ini, yang mana aku ingin punya keduanya.... hmmmmm
Tapi memang ini ada dua, tapi aku hanya bisa memilih satu
Masih bolehkah aku ambil dua? Tapi tidakkah aku dibilang aku manusia serahkah?
Aku ingin sibuk, aku hanya ingi mempersibuk diri ini untuk hal yang bermanfaat sudah itu saja

Kamis, 20 November 2014

Masih Mau Kembali?

Hari itu.. ada orang yang bertanya padaku.. "masih mau kembali?" Aku jawab "masih"
Sudah jawabanku sederhana.. masih
Karena semua kisah itu belum berakhir. Masih ada noda yang harus diperbaiki. Masih ada noda yg harusnya kita bersihkan dulu sebelum kita pergi.
Iya.. aku masih bertahan di tempat ini, meski kamu sudah lelah capek cuek atau apapun itu.. aku tetap bertahan..
Kalau masih bisa bersama? Kenapa harus berpisah? Aku tahu pada akhirnya semuanya sakit.. aku tahu.. tapi.. aku kira dulu akulah yg paling sakit. Tapi sekarang aku menyadari... bahwa dalam hatimu ada sakit yang tak pernah kau tampakkan. Kepada siapapun.
He, pergilah kemanapun kau pergi.. tapi pada hakikatnya rumahlah yg jadi tempat singgah terakhir.. entah bagaimana nantinya

Kamis, 06 November 2014

he, pagi buta ini.. aku masih manangis..
04.10

he, aku berdo'a
berdo'a agar kamu diberi sehat pastinya..
he, maaf. maaf kalau aku sampek sekarang masih seperti anak kecil
he, maaf aku yang belum bisa melakukan apa-apa
he, maaf kalau seringkali aku capek ketika aku mengayukan sepeda jauh dan ujungnya aku langsung tidur
maaf yah,, semoga kamu bisa menerima kalau aku begitu seperti anak kecil, semoga kamu bisa menerima kalau aku adalah orang yang mudah nangis, maaf yah kalau nantinya aku sering mencoba untuk kuat tapi ujungnya jatuh..
Maaf. semoga kau paham
He, maaf kalau seringkali malam-malamku aku lewati di luar.
Maaf kalau malamku seringkali bersama dengan laki-laki
maaf sekali, aku minta maaf. Jujur mereka hanya menemani disaat aku ingin pulang untuk beristirahat
Mereka hanya menjagaku agar aku selamat, sesampai tiba dikosanku.

Aku berdo'a kau hebat..
kau orang yang kuat, yang tahu kapan waktu ada.. kapan waktu gak ada
Kau yang selalu berusaha melindungi setiap saat, saat aku merasa takut
kau yang lebih cerdas dari pada aku,, dimana aku dapat menghargaimu.
Kau yang hampir tiap malam selalu debat kecil dan ringan denganku, bahas masalah ini dan itu
Tapi..
Itu semua bikin lucu.. hehehe
Entah kenapa aku teringat waktu aku lari-lari.. dan suatu saat itu ada yang mengejar..
Itu semua kamu.